Selamat Datang, Tamu
Anda harus mendaftar sebelum Anda dapat melakukan posting pada situs kami.

Username
  

Password
  





Cari Forum

(Pencarian Mahir)

Statistik Forum
» Anggota: 4
» Anggota terakhir: RandallCreap
» Thread forum: 3
» Posting Forum: 3

Statistik Lengkap

Pengguna Yang Online
Sedang ada 1 pengguna online
» 0 Anggota | 1 Tamu(s)

Thread Terakhir
Pemerintah Tunda Insentif...
Forum: Isu dan Berita EV
Posting Terakhir Oleh: Usman
05-26-2026, 09:51 AM
» Balasan: 0
» Tampilan: 12
Berapa Persen Baterai Ide...
Forum: Tips Pengguna EV
Posting Terakhir Oleh: Usman
05-19-2026, 02:37 PM
» Balasan: 0
» Tampilan: 18
20–22 Mei 2026 : EV & Cha...
Forum: Event Seputar EV
Posting Terakhir Oleh: Usman
05-18-2026, 01:49 PM
» Balasan: 0
» Tampilan: 18

 
  Pemerintah Tunda Insentif Mobil Listrik, Pasar EV Kembali Wait & See?
Diposting oleh: Usman - 05-26-2026, 09:51 AM - Forum: Isu dan Berita EV - Tidak Ada Balasan

Kabar terbaru buat teman-teman pecinta kendaraan listrik: pemerintah resmi menunda peluncuran insentif kendaraan listrik selama satu bulan ke depan. Padahal sebelumnya insentif ini direncanakan mulai berjalan pada Juni 2026.
Menurut pernyataan Kementerian Keuangan, penundaan ini terjadi karena masih ada beberapa perhitungan dan evaluasi kebijakan yang belum final.

Beberapa poin yang sejauh ini beredar:
✅ Kuota insentif direncanakan untuk 200 ribu unit kendaraan listrik
✅ Dibagi untuk 100 ribu motor listrik dan 100 ribu mobil listrik
✅ Subsidi motor listrik disebut sekitar Rp5 juta/unit
✅ Besaran insentif mobil listrik masih dalam tahap pembahasan

Apa dampaknya buat pasar EV?
Penundaan ini tentu bikin banyak calon pembeli kembali berada di posisi wait and see. Beberapa kemungkinan yang bisa terjadi:
1. Konsumen menunda pembelian
Banyak yang mungkin memilih menunggu kepastian subsidi agar harga beli lebih menarik.
2. Dealer & brand EV ikut menahan strategi harga
Brand kemungkinan menunggu keputusan final sebelum menentukan promo atau penyesuaian harga.
3. Momentum adopsi EV bisa melambat sementara
Padahal awal tahun ini pasar mulai menunjukkan tren positif.

Menurut kalian gimana?
Apakah kalian termasuk yang:
? Tetap beli mobil listrik meskipun tanpa insentif
? Menunggu subsidi resmi diumumkan
? Justru mempertimbangkan hybrid atau ICE dulu

Kalau menurut saya pribadi, penundaan ini memang bikin pasar agak tertahan, tapi arah transisi ke EV tetap nggak akan berhenti. Yang penting sekarang adalah kepastian regulasi supaya konsumen dan industri sama-sama bisa bergerak.
Diskusi yuk—kalau insentif jadi mundur, apakah keputusan kalian beli EV juga ikut mundur? ?

Cetak item ini

  Berapa Persen Baterai Ideal Saat Mobil Listrik Disimpan? Jangan Sampai Salah
Diposting oleh: Usman - 05-19-2026, 02:37 PM - Forum: Tips Pengguna EV - Tidak Ada Balasan

Mobil listrik memang terkenal praktis dan minim perawatan. Namun banyak pemilik EV masih bingung soal satu hal penting: berapa persen baterai yang ideal saat mobil disimpan lama?
Pertanyaan ini terlihat sepele, padahal efeknya cukup besar terhadap kesehatan baterai. Salah menyimpan level baterai bisa mempercepat degradasi, membuat performa menurun, bahkan memengaruhi umur pakai baterai dalam jangka panjang.
Apalagi sekarang makin banyak pengguna mobil listrik di Indonesia yang memakai kendaraan hanya saat akhir pekan atau sesekali saja. Mobil lebih sering parkir dibanding dipakai harian.
Lalu sebenarnya berapa persen baterai yang aman saat mobil listrik tidak digunakan?
Jangan Simpan Baterai dalam Kondisi Full 100 Persen
Banyak orang berpikir baterai penuh berarti paling aman. Faktanya justru sebaliknya.
Baterai lithium-ion pada mobil listrik tidak suka berada di kondisi terlalu penuh dalam waktu lama. Saat baterai terus berada di angka 100 persen, tekanan kimia di dalam sel baterai meningkat. Jika terlalu sering terjadi, kapasitas baterai bisa lebih cepat turun.
Karena itu, sebagian besar produsen mobil listrik menyarankan pengguna tidak membiarkan mobil parkir lama dalam kondisi full charge.
Idealnya, hindari:

  • Menyimpan mobil seminggu lebih dalam kondisi 100 persen
  • Membiarkan mobil selesai charging semalaman terus tidak dipakai berhari-hari
  • Parkir lama setelah fast charging penuh
Semakin lama baterai berada di titik maksimal, semakin besar potensi stres pada sel baterai.
Jangan Juga Terlalu Kosong
Kalau baterai penuh tidak bagus, apakah lebih aman di bawah 10 persen?
Jawabannya juga tidak.
Baterai mobil listrik yang terlalu rendah berisiko mengalami deep discharge. Dalam kondisi tertentu, baterai bisa drop terlalu jauh dan sulit diaktifkan kembali.
Selain itu, mobil listrik tetap memakai sedikit daya meski sedang parkir. Sistem monitoring, pendingin baterai, hingga koneksi aplikasi masih bekerja di belakang layar.
Itulah kenapa baterai bisa berkurang sendiri walau mobil tidak dipakai.
Kalau awalnya tinggal 5 persen lalu didiamkan berminggu-minggu, ada kemungkinan baterai benar-benar habis.
Persentase Ideal Saat Mobil Disimpan
Sebagian besar ahli dan produsen EV menyarankan level baterai di kisaran:
50–80 persen
Rentang ini dianggap paling stabil untuk menjaga kesehatan baterai lithium-ion.
Jika mobil hanya disimpan beberapa hari:
  • 60 persen sampai 80 persen masih aman
Jika mobil disimpan lebih lama:
  • sekitar 50–60 persen lebih ideal
Kondisi ini membuat tegangan baterai tetap stabil dan tidak terlalu membebani sel.
Kenapa 50–80 Persen Dianggap Aman?
Secara sederhana, baterai lithium-ion bekerja paling nyaman di level tengah.
Tidak terlalu penuh.
Tidak terlalu kosong.
Mirip seperti tubuh manusia yang lebih stabil saat tidak terlalu lapar atau terlalu kenyang.
Di level tengah:
  • suhu baterai lebih stabil
  • tekanan kimia lebih rendah
  • degradasi melambat
  • umur baterai lebih panjang
Karena itu banyak produsen EV modern juga menyediakan fitur pembatas charging hingga 80 persen untuk pemakaian harian.
Bagaimana Jika Mobil Disimpan Berbulan-bulan?
Kalau mobil listrik akan ditinggal sangat lama, misalnya:
  • perjalanan dinas
  • liburan panjang
  • kendaraan jarang dipakai
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
1. Simpan baterai sekitar 50–60 persen
Jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah.
2. Parkir di tempat teduh
Suhu panas menjadi musuh utama baterai lithium-ion.
Hindari:
  • parkir outdoor terlalu lama
  • terkena matahari langsung setiap hari
  • ruangan panas tanpa ventilasi
3. Cek kondisi baterai sesekali
Kalau memungkinkan, hidupkan mobil atau cek aplikasi setiap beberapa minggu.
Tujuannya memastikan daya baterai tidak turun terlalu jauh.
4. Jangan terlalu sering fast charging sebelum disimpan
Fast charging memang praktis, tetapi menghasilkan panas lebih tinggi dibanding AC charging biasa.
Kalau mobil akan diparkir lama, charging normal lebih disarankan.
Apakah Mobil Listrik Tetap Kehabisan Daya Saat Parkir?
Ya, tetap bisa.
Fenomena ini disebut vampire drain atau phantom drain.
Mobil tetap memakai sedikit energi untuk:
  • sistem keamanan
  • sensor
  • pendingin baterai
  • koneksi internet
  • aplikasi smartphone
Namun jumlahnya biasanya kecil.
Pada mobil modern, penurunan baterai umumnya hanya beberapa persen dalam beberapa hari atau minggu tergantung model kendaraan.
Bagaimana dengan Aki 12 Volt?
Ini sering dilupakan pemilik EV.
Selain baterai utama, mobil listrik juga memiliki aki 12 volt seperti mobil biasa. Aki ini mengatur berbagai sistem elektronik kendaraan.
Kalau mobil terlalu lama tidak dipakai:
  • aki 12V bisa drop
  • mobil sulit dinyalakan
  • beberapa fitur tidak bekerja
Karena itu sesekali menyalakan kendaraan tetap disarankan meski mobil jarang digunakan.
Apakah Charging Sampai 100 Persen Selalu Buruk?
Tidak juga.
Charging hingga 100 persen masih aman jika:
  • mobil langsung dipakai
  • untuk perjalanan jauh
  • tidak didiamkan terlalu lama
Yang kurang bagus adalah:
Kutipan:baterai penuh lalu mobil parkir berhari-hari.
Jadi konteks penggunaannya tetap penting.
Kesimpulan
Menyimpan mobil listrik ternyata tidak bisa sembarangan. Level baterai sangat berpengaruh terhadap kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Persentase yang paling ideal saat mobil disimpan berada di kisaran:
50–80 persen
Hindari membiarkan baterai:
  • terlalu penuh
  • terlalu kosong
  • terkena panas berlebihan
Perawatan sederhana seperti ini bisa membantu menjaga performa baterai tetap optimal dan memperpanjang usia pakai mobil listrik Anda.
Apalagi harga baterai EV tidak murah. Menjaganya sejak awal jelas jauh lebih baik dibanding harus mengganti di kemudian hari.

Sumber : https://www.evcar.id/2026/05/berapa-pers...mobil.html

Cetak item ini

  20–22 Mei 2026 : EV & Charging Indonesia 2026 Siap Digelar di JIExpo Kemayoran
Diposting oleh: Usman - 05-18-2026, 01:49 PM - Forum: Event Seputar EV - Tidak Ada Balasan

Industri kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari meningkatnya jumlah mobil listrik dan motor listrik di jalan raya, pembangunan infrastruktur pengisian daya, hingga investasi besar-besaran dari produsen baterai dunia, semuanya menjadi sinyal bahwa Indonesia sedang menuju era elektrifikasi otomotif secara serius.

Di tengah momentum tersebut, ajang EV & Charging Indonesia 2026 hadir sebagai salah satu pameran dan forum industri paling penting di Asia Tenggara. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di kawasan megah JIExpo Kemayoran, Jakarta dan diproyeksikan menjadi pusat berkumpulnya pelaku industri kendaraan listrik nasional maupun global.
Acara ini bukan sekadar pameran kendaraan listrik biasa. EV & Charging Indonesia 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan produsen kendaraan listrik, penyedia charging station, manufaktur baterai, perusahaan teknologi energi, pemerintah, investor, startup, hingga komunitas EV dalam satu ekosistem besar.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta target pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi energi bersih, pameran ini diprediksi menjadi salah satu event otomotif dan energi terbesar tahun 2026.
Indonesia Semakin Serius Menuju Era Kendaraan Listrik
Indonesia saat ini berada dalam posisi strategis dalam industri kendaraan listrik dunia. Salah satu alasan utamanya adalah kekayaan sumber daya alam, terutama nikel, yang menjadi bahan utama pembuatan baterai kendaraan listrik.
Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan target ambisius untuk:
  • Menjadi salah satu produsen baterai kendaraan listrik terbesar dunia
  • Mendorong produksi kendaraan listrik nasional
  • Mengurangi emisi karbon
  • Mempercepat pembangunan SPKLU dan infrastruktur charging
  • Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil
Tidak heran jika berbagai produsen otomotif global mulai berlomba-lomba masuk ke pasar Indonesia. Mulai dari produsen asal China, Korea Selatan, Jepang, hingga Eropa kini mulai memperluas investasi EV mereka di Indonesia.
Momentum inilah yang membuat EV & Charging Indonesia 2026 menjadi sangat penting bagi perkembangan industri otomotif nasional.
EV & Charging Indonesia 2026 Akan Digelar Lebih Besar
EV & Charging Indonesia 2026 merupakan edisi ke-5 dari pameran tersebut dan akan hadir dengan skala yang jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pameran ini akan berlangsung bersamaan dengan sejumlah event industri besar lainnya seperti:
  • INAPA 2026
  • Busworld Southeast Asia 2026
  • Transport & Logistics Indonesia 2026
  • CON-MINE 2026
Kolaborasi berbagai sektor industri tersebut membuat event ini tidak hanya fokus pada kendaraan listrik penumpang, tetapi juga mencakup:
  • Transportasi publik listrik
  • Kendaraan komersial listrik
  • Infrastruktur charging
  • Teknologi baterai
  • Komponen otomotif
  • Sistem kelistrikan
  • Solusi manufaktur
  • Teknologi energi terbarukan
Penyelenggara juga menargetkan lebih dari 1.000 perusahaan peserta pameran serta sekitar 25.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.
Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya antusiasme industri terhadap perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.
JIExpo Kemayoran Jadi Pusat Industri EV Asia Tenggara
Pameran EV & Charging Indonesia 2026 akan berlangsung di kawasan Jakarta International Expo atau lebih dikenal sebagai JIExpo Kemayoran.
Lokasi ini dinilai sangat strategis karena:
  • Berada di pusat Jakarta
  • Mudah diakses kendaraan pribadi
  • Tersedia koneksi TransJakarta
  • Dekat dengan hotel dan pusat bisnis
  • Memiliki kapasitas area pameran yang sangat besar
Dalam beberapa tahun terakhir, JIExpo Kemayoran memang menjadi pusat berbagai event otomotif nasional maupun internasional seperti pameran mobil, konser, expo industri, hingga event teknologi.
Kehadiran EV & Charging Indonesia 2026 di lokasi tersebut dipastikan akan memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi exhibitor maupun pengunjung.
Fokus Besar pada Infrastruktur Charging
Salah satu tantangan terbesar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia adalah infrastruktur pengisian daya atau charging station.
Karena itu, EV & Charging Indonesia 2026 tidak hanya menampilkan kendaraan listrik saja, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap sektor charging ecosystem.
Berbagai teknologi pengisian daya diperkirakan akan hadir dalam event ini, mulai dari:
  • Fast charging
  • Ultra fast charging
  • Home charging
  • Smart charging system
  • Battery swapping
  • Fleet charging solution
  • Renewable energy charging
  • Solar charging integration
Infrastruktur charging menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Potensi Kehadiran Brand EV Dunia
Tidak menutup kemungkinan pada edisi 2026 nanti akan hadir berbagai merek kendaraan listrik populer yang sedang agresif masuk ke Indonesia seperti:
  • BYD
  • Wuling
  • Hyundai
  • Chery
  • AION
  • Neta
  • MG
  • VinFast
  • Denza
  • Geely
  • BMW
  • Mercedes-Benz
  • Tesla ecosystem partner
Selain kendaraan roda empat, sektor motor listrik juga diperkirakan akan menjadi sorotan besar.
Teknologi Baterai Akan Jadi Sorotan Utama
Baterai merupakan jantung utama kendaraan listrik. Karena itu, teknologi baterai hampir pasti menjadi salah satu fokus terbesar di EV & Charging Indonesia 2026.
Beberapa isu penting yang kemungkinan menjadi pembahasan dalam expo dan forum industri antara lain:
1. Produksi Baterai Lokal
Indonesia sedang berupaya membangun rantai pasok baterai EV dari hulu ke hilir.
2. Teknologi Fast Charging
Teknologi pengisian daya super cepat akan menjadi perhatian karena dapat memangkas waktu charging kendaraan listrik.
3. Daur Ulang Baterai
Isu sustainability dan recycling baterai akan semakin penting seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik.
4. Keamanan dan Efisiensi
Pengembangan baterai dengan keamanan tinggi dan jarak tempuh lebih jauh juga menjadi fokus industri global.
Ajang Networking Pelaku Industri EV
EV & Charging Indonesia 2026 tidak hanya menjadi tempat pameran produk, tetapi juga forum bisnis strategis.
Event ini memungkinkan berbagai pihak untuk:
  • Menjalin kerja sama bisnis
  • Bertemu investor
  • Memperluas jaringan industri
  • Menampilkan inovasi teknologi
  • Mencari partner distribusi
  • Membuka peluang manufaktur baru
Jadwal dan Informasi Pengunjung
Tanggal: 20–22 Mei 2026
Lokasi: JIExpo Kemayoran, Jakarta
Jam operasional:
20–21 Mei: 10.00–18.00 WIB
22 Mei: 10.00–16.30 WIB
Indonesia Bisa Jadi Raja EV ASEAN
Dengan kombinasi:
  • Cadangan nikel melimpah
  • Pasar otomotif besar
  • Dukungan pemerintah
  • Investasi global
  • Pertumbuhan teknologi
  • Infrastruktur charging yang terus berkembang
Indonesia berpeluang menjadi pusat industri kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara.
Kesimpulan
EV & Charging Indonesia 2026 akan menjadi salah satu event kendaraan listrik terbesar dan paling penting di Indonesia tahun depan.
Digelar pada 20–22 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, acara ini akan menghadirkan berbagai inovasi terbaru di bidang:
  • Kendaraan listrik
  • Charging station
  • Teknologi baterai
  • Energi terbarukan
  • Solusi manufaktur EV
  • Sistem transportasi masa depan
Dengan dukungan pemerintah, investasi global, dan pertumbuhan pasar yang sangat cepat, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain utama industri kendaraan listrik dunia.
Bagi pecinta otomotif, pelaku bisnis, investor, maupun masyarakat umum, EV & Charging Indonesia 2026 menjadi event yang sayang untuk dilewatkan.

Source Artikel :  https://www.evcar.id/2026/05/2022-mei-20...nesia.html

Cetak item ini